PAKAN AYAM BAGUS, AGAR TULANG TUMBUH SEMPURNA

3 Apr

Ayam aduan sgt membutuhkan dukungan fisik yg kuat dlm bertarung,untuk jual-beli pukulan.Dalam pemeliharaan,dituntut ketelatenan dan didukung dgn pakan utk memacu perumbuhan.Yg terpenting adalah pembentukan tulang harus sempurna sejak dini.Utk ini diperlukan pemberian pakan yg cukup mineral dan gizi.         

Bentuk tulang yg biasa disebut “tulangan”,oleh penggemar ayam aduan merupakan hal yg vital,dan harus diperhatikan oleh para peternak dan penghoby ayam aduan.TULANGAN BANGKOK merupakan istilah yg sering dipakai,yg berarti pertumbuhan tulang yg sempurna.Pertumbuhan tulang baik,besar,tebal dan pegangan terasa kuat.      

Problema yg sering ditemui oleh peternak dan penghoby ayam aduan di indonesia adalah pertumbuhan yg kurang sempurna,sehingga muncul sebutan tulangan tipis atau pegangan tidak enak.Sehingga membuat minder dgn ayam lokal yg mereka miliki.Pdhl kebanyakan kita memakai pemacek dan induk yg mempunyai tulangan sempurna.Dlm hal ini tdk semua ayam import mempunyai tulangan yg baik dan tidak semua ayam lokal mempunyai tulangan yg jelek.    

Otomatis, tulangan yg tipis tdk disukai oleh bebotoh dan tulangan yg terlalu yg terlalu berat juga membuat ayam lebih lamban.Bebotoh cenderung lebih suka meraba tebal sayap drpd hanya memegang tubuh ayam dlm menilai bentuk tulangan tadi.Tebal persendian sayap menunjukan kualitas daripada besar pegangan badan.     

Ada ayam yg mempunyai lingkaran badan atau dada yg besar tp mempunyai tebal tulang tipis (dinilai dr tebal sayap) dan ada ayam yg mempunyai lingkaran dada kecil tetapi mempunyai ketebalan tulang yg baik.

Jadi secara keseluruhan pertumbuhan tulang yg sempurna harus memenuhi aspek,antara lain:LINGKARAN DADA ATAU BADAN YG ISTIMEWA,TEBAL TIAP RUAS TULANG,RUANG ANTAR PERSENDIAN HARUS RAPAT,TERUTAMA PANGKAL LEHER dan terakhir KEKUATAN atau KEKERASAN TULANG AYAM ADUAN ITU. 

Bila kekurangan protein atau mineral selama pertumbuhan,anda akan memdapat hasil tulangan ayam yg kurang sempurna.Pertumbuhan tulang sudah dimulai sebelum menetas.Indukan yg mempunyai kadar mineral yg baik,akan menghasilkan anak ayam yg baik pula,tetapi anak ayam aduan yg baik,blm tentu tumbuh jadi ayam yg baik jika dipelihara dgn pola makan yg tak teratur. 

Beberapa problem yg sering kita temui dlm beternak ayam;       

1.Gangguan pertama yg umum adalah bengkoknya tulang dada.Banyak bebotoh beranggapan ayam muda tidur di tangkringan akan membuat tulang dada bengkok.Pendapat ini tidak dijamin 100% kebenarannya,karena membengkoknya tulang dada akibat kekurangan mineral.               

2.Problem berikutnya dalam masa pertumbuhan adalah Kanibalisme,disebabkan kekurangan mineral.pertumbuhan yang cepat memaksa anak ayam untuk mencari mineral tambahan dengan mematuk bulu saudaranya.Untuk menghindari kondisi tersebut anak ayam umur 2 minggu dipisah dari induknya dan dimasukkan kedalam kandang kawat dengan ukuran 80 cm X 80 cm ,serta dipasang lampu pemanas.Pada 3 minggu pertama gunakan pakan broiler starter yang digerus halus,bila kanibalisme sudah mulai muncul tambahkan untuk tiap kilogram pakan 2 sendok mineral dan setengah sendok teh garam dapur.Pemberian garam yang berlebihan akan membuat kotoran anak ayam yang sedikit cair,anda dapat mengatur dengan mengira-ngira kebutuhan ayam anda supaya tidak kanibal dan mempunyai kotoran yang tidak cair.Lewat dari minggu ke-3 anda boleh memberi pakan boiler starter tanpa digerus.              

3.Ayam terlalu cepat besar,badan lembek,otot gemuk berlemak,dan kaki menjadi lemah.Untuk menghindari problem seperti ini setelah anak ayam berumur 2 bulan sebaiknya ayam sudah mulai dilepas.Jangan satukan anak ayam dengan umur yang berbeda hal ini akan membuat kompetisi dalam mendapatkan makanan,otomatis ayam yang lebih kecil akan menjadi kerdil karena kurang makan.Pakan yang digunakan mulai dari 2-10 bulan energi rendah ,protein yang tidak terlalu tinggi.Untuk mencapai pertumbuhan yang ideal bagi ayam aduan ,otot tanpa lemak , dan tulangan yang sempurna.Pakan yang mudah didapat adalah campuran 60% pakan grower petelur dan 40 % katul dan tambahkan garam 0,5% dan mineral 3 % dari jumlah katul.Juga sediakan kulit kerang yang sudah ditumbuk .Untuk daerah yg cukup dingin,anda dpt rubah 70% grower petelur dan 30% katul,jgn lupa garam dan mineral.

4.Problem berikutnya,peternak buru2 mengganti menu makanan ayam sebelum umur 10 bln.Bila lancuran sdh diberi makan gabah,beras merah atau jagung sebelum umur 10 bln,mk pertumbuhan tulang terhambat,terutama besar fisiknya,ketebalan dan kekuatan tulang berkurang.Tinggi maksimal bisa dicapai dan mungkin tidak.Hal ini karena kadar protein dan mineral pada gabah,beras merah dan jagung tdk cukup memenuhi kebutuhan ayam lancuran.

SALAM…TARNO ACEH

POLEMIK ANTARA HOBI DAN JUDI

2 Apr

Ayam sabung identik dengan perjudian meski tidak semua penghobi ayam sabung menyukai judi. Saya misalnya, menyukai ayam sabung karena kegagahannya  yang memiliki nilai estetik, dan agresifitasnya yang mencirikan semangat hidup. Memang sudah kodratnya ayam jantan itu pasti bertarung untuk mencapai kepastian status sosial mereka. Bukan hanya ayam, hampir semua hewan memiliki naluri seperti itu. Ketentraman sosial hewan akan terkendali apabila telah terbentuk strata berdasarkan kekuatan, melalui pertarungan antar sesama.              

Para Raja dan Pembesar dahulu kala menjadikan ayam sabung sebagai simbol status.  Ajang pertarungan ayam dijadikan media silaturrahmi. Tidak ada perjudian karena yang dicari hanya kepuasan batin semata.           

Polemik yang terjadi saat, ketika orang melihat kita bawa ayam atau merawat beberapa ayam jago dirumah, hal yang paling cepat terlintas dipikiran mayoritas masyarakat kita yaitu “JUDI”  sehingga serasa begitu sulit untuk memelihara ayam jago demi melepas keinginan hati sebagai penyalur hobi ternak, merawat ayam jago atau ayam aduan.          

Di Bali, sabung ayam menggunakan pisau adalah tradisi turun temurun yang memiliki nilai sakral, demikian pula di banyak tempat lainnya di Indonesia. Namun bagi penghobi seperti saya, pertarungan ayam hanyalah media olah fisik (olahraga) yang alami untuk mencapai kebugaran, kesehatan, dan perototan yang baik tanpa menghilangkan sifat alamiah ayam-ayam itu, untuk mencapai tujuan etis dan estetis dari pemeliharaannya, yakni menginspirasikan semangat hidup dan keindahan bentuk. Tak lebih.

By. TARNO ACEH

WARNA – WARNA UTAMA BULU AYAM ADUAN

2 Apr

Selain kepintarannya berkelahi ayam bangkok / aduan memiliki warna bulu yang beragam. Ada sebagian penghobi suka mengoleksi ayam aduan dengan warna dan corak bulu tertentu. Sebetulnya warna bulu mempunyai pengaruh terhadap penampilan ayam aduan  /bangkok, bahkan bisa mempengaruhi mental lawannya.Dibawah ini ada beberapa warna dan corak bulu ayam menurut kelasnya :

1. Wiring / Bireng,

Bulu ayam bangkok jantan yang paling populer dan berkelas adalah warna wiring kuning. Corak warna wiring adalah terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan rawis ekor berwarna kuning kemerahan. Jika warna rawis yang dominan adalah kuning keemasan dan memiliki kaki dan paruh berwarna kuning maka disebut sebagai wiring kuning. Jika warna rawis cenderung merah tua kecoklatan disebut wiring galih.

2. Sedung/hitam .

Bulu ayam bangkok yang berkelas setelah wiring adalah sedung /hitam , rawis dan bulu hias juga hitam.Kalau paruh,kaki dan mata juga hitam maka disebut Ayam Cemani ,  atau dlam kata lain sipatuang rimbo, nah ayam  ini memiliki keistimewaan atau tuah yang akan kita bahas nantinya.

3. Bangkeh

Bulu ini berbeda dengan wiring yang memiliki warna dasar hitam, ayam bangkeh memiliki warna dasar yang hampir sama dengan rawisnya yaitu kuning kemerahan. Jika warna bulu cenderung kuning keemasan disebut bangkeh emas dan jika warna bulu lebih gelap kemerahan disebut dengan bangkeh api.

4. Keulabee/ Kelabu atau dalam bahasa lain Kanso,

Warna kanso memiliki warna dasar abu-abu. Jika rawisnya berwarna gelap atau abu-abu kehitaman disebut dengan kanso monyet / kelabu monyet dan jika rawisnya berwarna kuning kemerahan disebut kanso api atau kelabu api.

5. Kuriak/Jali

Warna kuriak adalah warna yang merupakan campuran beberapa warna tapi dalam catatan ada garis-garis kecil.Atau campuran beberapa warna dimana setiap helai bulunya bergaris-garis kecil.Seperti hitam-putih-hitam-putih ada juga abu-abu-putih abu-abu-putih dan begitu juga warna yang lainnya. Jarang ayam bangkok yang berwarna jali. Ada orang tertentu yang sangat memburu bangkok asli dengan warna ini karena kelangkaannya dan berkesan eksotis.

6. Kinantan/putih

Warna putih kinantan adalah warna bulu putih. rawis dan bulu hias juga putih ditambah sisik dan mata juga putih.ayam warna ini memiliki tuah / keistimewaan dari ayam yang lain. Ada juga warna putih usu adalah warna bulu putih semua termasuk bulu hias dan bulu rawis, kaki berwarna kuning dan paruh berwarna putih.warna usu ini juga punya keistimewaan ,kita bahas pada bab berikutnya.

Warna ayam di atas adalah warna-warna utama. Dalam persilangan lebih lanjut bisa saja masing-masing warna memiliki varian yang beragam. Sebagian pengadu menganggap warna sebagai standar kualitas. Didalam pertarungan warna bulu memegang peranan cukup berarti karena warna bulu bisa mempengaruhi mental lawan. Warna wiring,taduang,dan bangkeh adalah warna paling berkelas dibanding warna-warna lain.

 

Salam Tarno Aceh

PEMULIAAN TERNAK (TERNAK JANGKA PANJANG)

2 Apr

GambarKenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang boncos..??

Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…

Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri…

Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan. Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn “rekayasa genetik” untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.

Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.  Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik. Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.

Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.

Inbreed :

Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.

Line breed :

Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.

Cross breed :

Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.

Super breed :

 Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.

 

Super fight :

Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.

Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.

Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.

Berikut ringkasannya :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : “population genetics”.

Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.

Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :

1. Cross breed I —–> 2. inbreed —–> 3. line breed —–> 4. cross breed II

1. Cross breed I

Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.

Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :

Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).

Hasil inilah yg disebut ‘investasi’, modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :

Setelah dapat ‘modal’ dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai ‘super breed’. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.

4. Cross breed 2 :

Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.

CROS BREED I    
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah          

IN BREED            
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )       

LINE BREED        
Paman ( A 1 ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )  

CROS BREED II  
Pacek ( A 2 ) + Anak Betina 3 ( E ) Tidak satu darah           

Kolom Kedua    

CROS BREED I    
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah          

IN BREED            
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )       

LINE BREED        
Pacek ( A ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )       

CROS BREED II  
Pacek ( A 1 ) + Anak Betina 3 ( E ) Tidak satu darah

Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1.Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah “geno-type”) , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah “the best vs the best”. Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung “khayalan” kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg “ideal”, menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.

Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya “super breeder” kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics?? 

jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau “additive characteristics” yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli “membunuh”. Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian “mirip” disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan “feeling” dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5.Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus (  ).

Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.

Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.

Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.

Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).

semoga bermanfaat selamat mencoba

salam  Tarno Aceh

http://www.facebook.com/tarno.aceh

MENJEMUR AYAM ADUAN

1 Apr

MENJEMUR AYAM AYAM

Seusai memandikan, ayam dimasukan kedalam kurungan dan dijemur dibawah sinar matahari pagi supaya tubuhnya yang basah itu menjadi kering. Sinar matahari pagi sebelum pukul 10.00 sangat baik untuk kesehatan ayam, karena menagndung pro vitamin D (vitamin D dalam bentuk inaktif) yang sangat memabantu pertumbuhan tulang dan bulu. Pro vitamin D dalam tubuh ayam akan diolah menjadi vitamin D. Tulang dan bulu sebagian besar tersusun dari Zat tanduk yang sangat membutuhkan vitamin D. Lebih dari itu sinar matahari pagi dapat membunuh kuman-kuman penyakit yang masih menempel pada bulu dan bagian tubuh lainya.  

Bila ayam bangkok baru pertama kali menjalani perawatan seperti ini, sebaiknya penjemuran dilakukan pada waktu yang lebih pagi lagi (misalnya jam 08.00). Dalam tahap permulaan, ayam bangkok biasanya hanya tahan selama 10-15 menit saja dibawah sinar matahari. Pada saat itu, paruhnya sering kali terbuka dan kelihatan terengah-engah. Oleh karena itu ayam tersebut tidak perlu dijemur tertalu lama. Bila kita melihat ayam terngah-engah, maka kita harus segera memindahkanya ke tempat yang teduh. Keesokan harinya, ia dapat dijemur lagi dan demikian seterusnya hingga ayam sudah terbiasa menghadapi terik matahari.         

Manfaat lain dari penjemuran ini antara lain adalah melatih pernafasan dan memperbaiki sistem peredaran darah. Kerja paru-paru dan jantung menjadi lebih sempurna, karena ayam sudah terbiasa menghadapi kondisi kritis (panas). Dengan demikian, ketahanan fisik pun menjadi lebih baik daripada ayam yang sama sekali tidak pernah dijemur. Selain itu timbunan lemak dibawah kulit pun juga akan berkurang sehingga otot-ototpun menjadi kencang. Hilangnya lemak ini dikarenakan banyaknya energi yang dibutuhkan untuk mengeringkan tubuh.Gambar

PENYAKIT PADA AYAM ADUAN DAN PENAGGULANGANNYA

1 Apr

PENYAKIT PADA AYAM ADUAN

DAN PENAGGULANGANNYA

Oleh : Tarno Aceh

 

Penyakit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mengancam prestasi dan kehidupan ayam aduan. Gangguan yang ringan bisa mengurangi kemampuannya bertarung dan gangguan yang berat bisa membuatnya mati atau cacat seumur hidup.

Kematian karena gangguan penyakit pada ayam aduan yang telah dewasa jarang terjadi, karena ayam itu benar-benar dipelihara dan dirawat dengan baik. Tingkat kematian yang tinggi biasa terjadi pada anak-anak ayam yang masih kecil, kalau pemeliharaannya kurang perhatian.

Anak ayam aduan yang sakit pada hakikatnya tidak layak lagi dipeliharas sebagai ayam aduan, karena potensinya sudah tidak maksimal lagi. Kondisinya sudah lebih lemah, pertumbuhannya kurang lancer, dan dampak negative dari penyakit itu ( walau ayamnya telah sembuh) akan tetap berpengaruh.

Pencegahan penyakit selalu lebih baik daripada mengobati ayam yang sudah terlanjur sakit. Untuk itu peternak atau pemelihara ayam aduan harus tanggap pada setiap gejala penyakit yang muncul. Begitu ada sesuatu yang mencurigakan pada kesehatan ayam, secepatnya ayam bersangkutan diperiksa dan dicari penyebabnya.

Tabel berikut ini menjelaskan beberapa gejala penyakit penting pada ayam aduan dan jenis penyakitnya yang bisa dicurigai.

 

No

Gejala

Penyakit yang bisa dicurigai

1

Mata berair dan sekitarnya basah

Coryza, ILT, IB, CRD, Cacingan

2

Mata bengkak

Coryza, infeksi

3

Mata bernanah

Coryza, CRD, ILT, IB

4

Hidung dan paruh berlendir

Kolera, CRD, ILT, IB, Coryza, NCD

5

Lendir di tenggorokan

Kolera, CRD, ILT, IB, Coryza, NCD

6

Ngorok , Nafas berbunyi, suara serak seperti tercekik

Kolera, CRD, ILT, IB, Coryza, NCD

7

Batuk, Bersin, sesak nafas

Kolera, CRD, ILT, IB, Coryza, NCD

8

Bulu rontok

Cacingan , kurang gizi, kutu parasit

9

Bulu Kusam, tidak mengkilat

Cacingan , Coccidiosis, kolera, Pullorum, NCD, CRD dan penyakit pernafasan lainnya

10

Sayap menggantung

Stress, cacingan , coccidiosis, kolera, pullorum, NCD dan CRD

11

Jengger dan pial membiru

Kolera

12

Jengger dan Pial bengkak

Kolera

13

Anak ayam mati muda

Coccidiosis, NCD, Kolera, Pullorum dan kurang gizi

14

Mati mendadak

NCD, kolera, keracunan

15

Pertumbuhan lambat, kerdil

CRD, ILT, IB, cacingan, stress berat, kurang gizi

16

Lumpuh, berjalan sempoyongan

Kolera, pullorum, coccidiosis, kurang gizi

17

Kejang-kejang, saraf terganggu

Kolera, NCD, kurang gizi

18

Kurus

Cacingan , CRD, kurang gizi

19

Jalan tidak normal

Kolera, pullorum, kurang gizi

20

Kotoran encer dan tidak normal

Coccidiosis, kolera, pullorum, NCD, cacingan

21

Kaki pincang

Bulbul, kaki bersisik kapur

22

Daya tetas telur rendah

CRD, pullorum, ILT, IB, kurang gizi

 

 

 

 

  1. 1.      Coryza

Gejala

Penyakit koriza atau snot alias pilek ayam, gejalanya lesu, nafsu makan kurang, sering bersin dan batuk-batuk, lubang hidung tersumbat lender, kalau bernafas ngorok, mata bengkak berair, jengger dan pial pucat, sayam terkulai, sering menggeleng-gelengkan kepala.

Penyebab

            Penyakit ini sering timbul akibat cuaca buruk, banyak turun hujan dan angin, kandang kurang hangat. Kuman penyebab penyakit ini adalah  Haemaphillus Gallinarum penularannya melalui air minum dan udara.

Penanggulangan

            Diobati dengan Sulfadimetoksin, Sulfa tiasol, Sulfamix atau obat anti biotic lainnya.

 

  1. 2.    Kolera

Gejala

            Penyakit kolera muncul secara mendadak. Penderita mencret keras dan kotorannya berbau busuk. Ayam tampak letih, lesu, pial dan jenggernya berwarna merah tua atau biru.

Penyebab

            Penyebabnya adalah kuman Pasteurella Multocida. ayam yang terserang penyakit tersebut sering ditemukan sudah mati sebelum terlihat gejalanya. Penyakit itu menular melalui pernafasan dan lewat makanan atau minuman yang tercemar bibit penyakit.

Penanggulangan

            Penderitanya dapat diobati dengan Sulfamix, Tetra Chlor dan anti biotic lainnya. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang, sarana dan alat-alat peternakan, serta makanan dan minumannya.

 

  1. 3.      Coccidiosis ( Berak darah)

Gejala

              Penyakit ini dapat menyerang ayam pada semua umur, tapi yang paling sering terkena adalah anak ayam umur 2-8 minggu. Ayam tampak malas, lesu, mengantuk dan nafsu makannya tak ada. Bulunya kasar kotoran sekitar duburnya lengket dengan bulu. Tahinya cair, merah berbau tajam dan bercampur darah. Posisi berdirinya membungkuk karena menahan sakit.

Penyebab

            Penyebab penyakit ini adalah Eimeria tenella. Penyakit ini menular melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman penyakit.

Pengendalian

            Pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang, sarana peternakan, makanan maupun minumannya. Penderitanya dapat diobati dengan sulfamix, Amidiostat, Baycox, SQ plus, Coccidin, Coxalin dan Trisulfa Drops.

 

  1. 4.      Pullorum (berak kapur)

Gejala

            Penyakit ini umumnya menyerang anak ayam yang berumur satu hari  sampai tiga minggu, dan penderitanya bisa mati. Ayam dewasa yang mengidap penyakit ini tak memperlihatkan gejala sakit. Anak ayam yang sakit tampak pucat, lesu dan mengantuk. Kotorannya lengket di dubur berwarna putih seperti lilimn, setelah kering keras seperti kapur.

Penyebab

            Penyebabnya kuman Salmonella pullorum. Penyakit ini menular pada anak ayam dari induk betina pengidap pullorum, atau kontak dengan anak ayam lain yang menderita penyakit ini.

Penanggulangan

                        Penderitanya dapat diobati dengan Sulfamix, Tetra Chlor, Tetra sulfat, B-Plex, Bio Cilin Kapsul, Sulfakok dan Furaltadone.

 

  1. 5.      Chronical respiratory disease (CRD)

Gejala

            Menyerang ayam semua umur. Ayam bisa mati kalau berbarengan dengan penyakit lain. Ayam tampak kurus, malas, bersin-bersin dan nafsu makannya hilang. Nafasnya ngorok, kepala sering menggeleng-geleng dan kalau menunduk dari paruh dan hidung keluar cairan.

Penyebab

            Penyebabnya adalah bakteri Micoplasma gallisepticum.

Pengendalian

            Pendertitanya dapat diobati dengan Tetra Chlor, Ampivet dan antibiotic lainnya Pencegahannya dengan vaksinasi anti –CRD.

 

  1. 6.      New castle disease (NCD)

Gejala

            Menyerang ayam semua umur dan seringkali menyebabkan kematian. Tak jaranbg ayam mati mendadak tanpa gejala. Umumnya mula-mula ayam mengalami gangguan pernafasan, hidung dan paruh berlendir, suhu badan tinggi, mencret dan berwarna hijau keputihan, sesak nafas, batuk bersin dan ngorok, badannya lesu, lemah dan nafsu makan hilang.

Penyebab

            Penyebabnya adalah virus Totor furens . penyebarannya melalui udara, kontak langsung dengan ayam sakit, atau lewat orang dan alat-alat peternakan yang tercemar virus tersebut.

Pengendalian

            Penyakit itu belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Tapi serangannya dapat dicegah dengan melakukan program vaksinasi secara teratur, mulai umur 4 hari ,4 minggu, 4 bulan dan selanjutnya setiap 6 bulan sekali dengan obat anti –NCD.

 

  1. 7.      Infector laringo tracheitis (ILT)

Gejala

            Gejalanya badan lemah dan lesu, liang hidung tersumbat lender, nafas ngorok, bersin-bersin, radang tenggorokan, mata berair dan bengkak.

Penyebab

            Penyebabnya virus Tarpela avium. Penyakti ini menyebar lewat udara, makanan, minuman dan sarana kandang yang tercemar virus, atau kontak dengan ayam aduan yang menderita penyakit ini ketika bertarung.

Pengendalian

            Obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ada, tapi infeksi skundernya bisa dicegah dengan biocilin atau antibiotic lain yang berspectrum luas.

 

  1. 8.      Infectius bronchitis (IB)

Gejala

            Menyerang ayam pada semua umur, gejalanya dlemah dan lesu, hidung mengeluarkan cairan, mata berair dan bengkak, nafas ngorok dan bobot badan terus menurun dibawah normal.

Penyebab

            Penyebabnya oleh visur untuk virusnya saya kurang tau, penyebarannya sangat cepat, penularannya melalui udara, orang , alat peternakan dan makanan.

Pengendalian

Obat untuk menyembuhkannya belum ada, tapi untuk mencegah infeksi skundernya bisa diobati dengan antibiotic yang berspektrum luas dan untuk meningkatkan nafsu makannya diberi vitamin dan mineral pada air dan minumannya.

 

  1. 9.      Tuberkulosis (TBC)

Gejala

            Gejalanya badan kurus, jengger pucat dan mencret ayam bisa lumpuh atau tak kuat berjalan kalau penyakitnya sudah berat.

Penyebab

            Penyebabnya adalah kuman Mycobacterium avium. Penyebaran penyakit ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman tersebut.

Pengendalian

            Pengobatannya tidak disarankan, karena ayam yang sembuh akan cacat seumur hidup. Pencegahannya jauh lebih penting, yaitu hindarkan ayam yang sehat kontak langsung dengan burung liar dan ayam lain yang membawa kuman penyakit itu serta menjaga kebersihan dan kesehatan kandang.

 

  1. 10.  Stres

Gejala

            Badan lesu, lemah, malas bergerak dan terjadi gangguan pencernaan.

Penyebab

            Penyakit ini disebabkan oleh cuaca jelek, terkejut, takut, terlalu lelah, kehausan, kelaparan dan vaksinasi.

Pengendalian

            Ayam yang sakit diberi obat anti stress, seperti Nopres Anigane, Virbar Vitamino. Selama pengobatan ayam di tempatkan di tempat yang tenang agar kondisinya cepat sembuh.

 

  1. 11.  Impaction ( Tembolok Mengeras)

Gejala

            Gejalanya tembolok ayam membesar , menggantung mengeras dan berisi makanan, berbau asam. Ayam tampak lesu, lemah tidak gesit dan sukar menelan makanan.

Penyebab

            Penyakit timbul karena fungsi organ pencernaan tidak berjalan normal, ransum terlalu keras, kurang minum, tempat pakan terlalu tinggi, memakan jamur atau makanan beracun yang dapat melemahkan kerja tembolok. Akhirnya ayam bisa mati.

Pengendalian

            Pengobatannya usahakan mengeluarkan isi makanan dengan memijit-mijit temboloknya dan ayamnya dijungkitkan. Jika sulit beri cairan yang dapat melunakkan makanan atau melicinkannya, seperti air kelapa 3-4 kali sehari. Pengobatannya itu rutin dilakukan setiap hari sampai pakan didalam tembolok itu habis dan hancur. Selama diobati ayam yang sakit tidak boleh diberi makanan. Kalau usaha itu tidak berhasil maka harus dilakukan pembedahan dengan membawanya kedokter hewan.

MERAWAT AYAM YANG LAGI NGURAK / GANTI BULU

1 Jan
Ayam bangkok/aduan saat menginjak masa proses pergantian bulu atau sering disebut dengan istilah truwulu (jawa)/mabung/Ngurak atau Moulting pada unggas, merupakan hal yang rutin dan terjadi pada setiap tahun. Pada masa ganti bulu, biasanya banyak botoh yang tidak menyadari tentang kondisi ayam yang membutuhkan berbagai asupan mineral dan protein yang lebih. Masih ada yang memperlakukan ayam bangkok/aduan dengan ransum biasa, padahal ayam yang mengalami proses ganti bulu memerlukan perhatian ekstra. Pada tahap ganti bulu ini merupakan tahap istirahat yang panjang dan perlu diberikan makanan khusus yang bergizi tinggi, asupan mineral juga vitamin yang cukup.
Ayam Saat Ganti BuluMakanan yang mengandung kadar protein yang lebih, perlu di berikan pada ayam karena pada tahap ini ayam memerlukan energi yang relatif lebih banyak. Bila kebutuhan mineral dan protein tidak tercukupi dalam jumlah yang memadai maka ayam aduan akan mengalami penurunan kondisi fisiknya. Efek selanjutnya yang dapat terlihat jelas adalah kondisi fisik yang lemah dan loyo. Tidak jarang kita temui di kandang botoh ayam aduan yang dalam tahap ganti bulu ini bermuka pucat, kurang gairah dan terlihat lemas.
Pada masa ganti bulu sebaiknya ayam di berikan makanan dengan asupan kadar protein sebesar 16%, sedangkan makanan ayam yang lain yang dapat melebihi tidak usah di berikan karena, jika kandungan kalori dan protein yang berlebih, hal ini dapat berdampak pada badan ayam yaitu kegemukan. Ini berakibat penumpukan pada tulang dada dan akan sangat mengganggu stamina ayam. Kegemukan badan atau pada kondisi tersebut akan berdampak pada pernapasan yaitu mudah kehabisan nafas (ngos-ngosan) dan untuk mengembalikan bentuk dan berat ideal ayam tersebut akan memakan waktu yang lebih lama lagi.
Pada saat ganti bulu, ayam aduan tidak memerlukan pemberian Minyak Ikan yang berlebihan. Ini bisa di nilai dari sehelai bulu ayam yang mengandung 85% protein, 2.5% lemak, 1.5% serat kasar, 0.2% kalsium dan 0.75% phosporus (berdasarkan penelitian Charoen Phokpand). Jadi dengan dilihat dari komposisi kandungan bulu, maka ayam tidak memerlukan minyak ikan. Namun pada saat ganti bulu, ayam lebih membutuhkan protein, vitamin dan mineral yang cukup.
Kebanyakan orang beranggapan pemberian Minyak Ikan dapat membuat bulu mengkilap dan kuat. Minyak ikan mengandung Asam Linoleat 99% sebaliknya ayam hanya membutukan Asam Linoleat 1% saja yang bisa di dapatkan dari makanan ayam aduan pada umumnya. Padahal untuk membuat bulu mengkilap dan kuat cukup dengan pemberian makanan berprotein, sehingga kelenjar lemak yang ada pada ekor akan berfungsi sebagai semir yang digunakan ayam untuk mengilapkan bulu meskipun ayam tidak di mandikan.
Pada saat ganti bulu, ayam tidak membutuhkan tenggaran/umbaran yang rutin, ayam cukup diumbar 3 hari sekali atau 1 minggu sekali saja untuk mengepakkan sayap dan melemaskan otot yang kaku. Memegang ayam yang berganti bulu juga harulah berhati-hati, karena bulu masih muda dan terasa sakit bila dipegang. Kemudian jangan sesekali ayam yang sedang berganti bulu dikumpulkan atau digabungkan dengan ayam betina, karena bulu mengandung phosporus yang tinggi yang merupakan makanan paling digemari dan santapan lezat bagi ayam betina. Demikian juga bila dijadikan pemacek, maka perhatikan kebutuhan karbohidratnya, jika kekurangan maka napsu kawin akan menjadi menurun dan sebaliknya jika pemberian karbohidrat berlebihan maka ayam akan menjadi terlalu gemuk yang juga dapat menurunkan nafsu kawin.
Selama periode penggantian bulu yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, jangan lupa untuk memperhatikan kandang ayam, jangan menempatkan ayam yang memiliki sudut kandang yang cukup tajam yang dapat mengganggu pertumbuhan bulu dah bahkan bisa merusak bulu muda yang baru tumbuh. Hal ini juga harus menjadi perhatian karena jangan sampai seluruh usaha keras kita di dalam merawat masa truwulu/mabung akan menjadi sia-sia karena hanya penempatan kandang. Dengan kata lain, untuk ayam yang sedang mengalami penggantian bulu, mulai dari makanan, pengumbaran, dan penempatan kandangnya tetap harus menjadi perhatian kita agar proses penggantian bulu dapat berjalan dengan sempurna.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.896 pengikut lainnya.